Jajak Pendapat
Bagaimana menurut anda dengan pelayanan Publik di Kantor Lurah Penatih ?
Profil

Sejarah Desa Peguyangan Kangin



        Membicarakan tentang sejarah Peguyangan Kangin, hal lain tak akan lepas dan daerah Peguyangan secara keseluruhan, karena Peguyangan Kangin adalah merupakan bagian pecahan  dari Peguyangan induk (Kelurahan Peguyangan sekarang) namun sejarah terbentuknya Desa Peguyangan Kangin, Desa Peguyangan Kaja dan Kelurahan Peguyangan adalah amat erat hubungannya. Untuk hal ini kami akan mencoba untuk mengemukakan berdasarkan data baik yang tertulis maupun dan cerita/babad yang kami dapati dan penuturan orang tua sebagai berikut:

1. Prasasti yang ada di Pura Batan Celagi Banjar Belusung Desa Peguyangan Kaja.

Di sana ada catatan yang berbunyi “Sam Sat Set Kahyangan” secara umum artinya Pemuka yang memelihara Parhyangan dan para pengemong diharapkan setia untuk memeliharanya. Dari Parhyangan ini diperkirakan timbul nama Peguyangan.

2. Prasasti yang kita jumpai di Pura Batur Bantas.

Yang terdiri dan 1 lembar perunggu yang berbahasa Bali Kuno yang telah pernah dibaca oleh Bapak Ketut Ginama seorang yang ahli archeologi dimana lempengan prasasti tersebut hurufnya banyak yang rusak dan diperkirakan prasasti tersebut merupakan lembar yang ke empat dan diperkirakan dibuat pada abad 11. Disana hanya berisikan penghargaan dan pembebasan kepada pengemongnya dan peraturan-peraturan raja, dan tidak ditemui asal nama Peguyangan.

3. Menurut penuturan orang-orang tua yang belum kami temui sumber tertulisnya

Mengatakan bahwa Peguyangan itu berasal dan kata Maguyang (makipu). Dimana waktu itu raja Panji Sakti menaiki kuda (asti) dari Denpasar/Badung menuju utara. Mengwi. Dimana setelah sampai di daerah perbatasan dengan kerajaan Mengwi, menemui daerah becek kuda beliau lalu makipu atau meguyang. Hingga daerah tersebut, daerah Pakipuan atau daerah Paguyangan lama kelamaan menjadi Peguyangan.

4. Peguyangan dalam kerajaan Bali Kuno.

Penemuan berupa candi-candi kecil yang kita jumpai di Pura Desa Peguyangan yang disebut “Pacung Gumi” atau “Cakra Wiwa” yang dibuat oleh Kebo Iwa yang kira-kira berarti “Kekuatan daerah atau cakra yang artinya memutar (menguasai) daerah atau yang memegang tampuk pemerintahan di daerah ini. Candi Kecil dan prasasti yang ada berasal dan pemerintahan Sri Jayapangus ±1170 Masehi. Melihat dari hal tersebut dapatlah disimpulkan bahwa pada jaman itu sudah ada pemerintahan kecil di Peguyangan ini.

5. Peguyangan Pada Jaman Penjajahan Belanda.

Mengenai pemerintahan raja kecil yang berkuasa di Peguyangan yang berada dibawah kerajaan Badung tidak banyak kami ketahui karena belum diketemukan data-data yang otentik/pasti. Pada tahun 1906 setelah Belanda menginjakkan kakinya di Badung, Raja Badung menyambut dengan senjata (perang). Dalam peperangan ini juga rakyat serta raja Peguyangan yang merupakan bagian kerajaan Badung turut mempertahankan hingga darah penghabisan. Setelahnya Badung kalah maka daerah ini juga menjadi jajahan Belanda.

 

Uraian Umum

            Kelurahan  Peguyangan  yang terdiri dari tiga puluh tiga Banjar yang membentang luas memang sudah sewajarnya untuk dimekarkan. Di bawah ini kami akan uraikan secara umum dari pemecahan sampai Peguyangan Kangin menjadi Desa difinitif.

1.      SK Bupati Kepala Daerah tingkat II Badung

      No               :   167/Pem-15/166/79

      Tanggal      :   1 Desember 1979

      Tentang      :    Pemekaran / pembentukan Desa – desa persiapan dalam wilayah

                             Kota Administratif Denpasar.

 

2.      SK Gubernur Kepala Daerah Tingkay I Bali

      No                :   7/Pem/II.a/2-57/1980

      Tanggal       :   1 April 1980

      Tentang       :    Penetapan pemecahan Desa- desa dalam wilayah Kota  Administratif

                             Denpasar.

 

3.      SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali

      No                 :   57 tahun 1982

      Tanggal        :   1 Juni 1982

      Tentang        :    Penetapan Desa – desa persiapan menjadi Desa – desa difinitif dalam

                             wilayah kota administratif.


Facebook
Twitter